Penyebab PA Rusak

Halo Pencinta hoby elektronika, terutama yang hoby di dunia RF ( Radio Frekuensi ).
Kali ini saya ingin sharing tentang mengapa Blok Final Power Amplifier sangat cepat rusak.
Ini berdasarkan teori dan banyak pengalaman saya sendiri dalam berkecimpung di dunia RF.
Banyak faktor yang dapat mengakibatkan blok tersebut rusak, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. High VSWR
2. Suhu Exstrem
3. Over Voltage
4. Over Input RF
5. Sistem Grounding yang Kurang sempurna

Baiklah kita akan membahas satu per satu dari urutan tersebut di atas :

  1. High VSWR
    Ini adalah penyebab yang paling banyak dijumpai di dalam satu sitem perangkat transmisi. Mengapa hal ini bisa terjadi?
    Perlu kita ketahui bahwa SWR adalah singkatan dari Standing Wave Ratio, kadang-kadang disebut dengan nama VSWR (Voltage Standing Wave Ratio). Hal ini terjadi ketika daya pantul kembali ( reflect ) sama atau lebih besar dari daya maju ( Forward ). Mengapa demikian ?. Diantaranya dikarenakan oleh kondisi impedansi kabel transmisi tidak sesuai dengan impedansi yang seharusnya sebagai contoh, yaitu output perangkat adalah 50 Ohm, maka kabel juga harus 50 ohm. Begitu juga dengan kondisi Antena yang sangat rentan berubah nilai impedansinya akibat perubahan cuaca atau tergeser oleh angin. Maka ketika suatu sistem saluran tranmisi baik itu, kabel dan antena yang tidak memiliki nilai impedansi yang ditentukan, maka akan menimbulkan daya reflect besar atau lebih besar sehingga ini mengakibatkan kerusakan fatal pada final karena tidak mampu menahan beban daya kembali ( reflect ) yang begitu besar. Untuk mengetahui nilai SWR pada antena atau kabel kita perlu menggunakan alat yang namanya Analyzer Antena, atau sederhananya menggunakan SWR meter, namun perlu keahlian khusus dan mengetahui teori dasar dalam mengukur nilai SWR suatu saluran transmisi, Tidak boleh sembarangan atau asal.  Ada beberapa jenis komponen final RF Amplifier yang mampu menahan beban besar daya reflect.
    Untuk itu rekan rekan sehoby, perlunya kita menjaga agar saluran transmisi tetap memiliki impedansi yang seharusnya yaitu misal 50 ohm.
  2. Suhu Exstreem
    Panas berlebihan yang tejadi pada komponen final RF Amplifier. Hal ini terjadi ketika kipas pendingin yang rusak atau tidak mutar, atau juga karena akibat dari SWR yang tinggi bisa juga membuat panas yang extreem di komponen final. Perlu diingat setiap komponen elektronika terlebih lagi komponen final RF Amplifier, memiliki batas-batas suhu yang dianjurkan atau tahap wajar. Bila suhu tersebut melewati batas-batas yang ditentukan dari pabriknya, maka bersiaplah anda untuk ,mengganti komponen Final RF Amplifer yang baru.
    Untuk itu juga kita harus benar benar menjaga perangkat pemancar / transceiver terutama komponen final RF Amplifiernya dari suhu yang berlebihan.
  3. Over Voltage
    Bila suatu sistem perangkat misal membutuhkan tegangan ( Volatege ) sebesar 12V, maka jangan sekali-kali kita memberikan tegangan lebih dari yang ditentukan tersebut. Jika hal itu terjadi, maka dapat mengakibatkan sebagian besar komponen termasuk komponen final RF Amplifier menjadi rusak atau sering kita menyebutnya dengan terbakar. Hal inilah yang dimaksud dengan Over Voltage atau Kelebihan tegangan yang seharusnya.
  4. Over Input RF
    Suatu sistem blok Final RF Amplifier akan bekerja bila mana mendapatkan input RF dari Driver / Buffer dalam suatu perangkat Pemancar, dalam hal ini memiliki satuan Watt besaran input tersebut. Jika Input RF terlalu besar maka juga akan mengakibatkan kerusakan pada komponen RF Final Amplifier. Namun hal ini jarang terjadi dalam suatu perangkat yang bagian Final dan  Driver nya dipisahkan oleh pabriknya. Tapi jika ketika kita menggunakan booster tambahan maka kita juga harus benar-benar memperhatikan berapa daya input yang dibutuhkan oleh booster tersebut agar Final RF Amplifiernya tidak rusak.
  5. Sistem Grounding Yang kurang Sempurna
    Ini memang tidak terlalu mempengaruhi secara siginfikan terhadap kerusakan Komponen RF Amplifier, Namun perlu juga kita menjaga agar sistem grounding dalam satu sistem transimi agar memiliki nilai impedansi standar yaitu 0.1 ohm atau mendekati. Untuk mengetahuinya kita perlu menggunakan alat earth tester yang memang harganya lumayan mahal, Namun kita bisa meminta bantuan kepada rekan yang memilikinya. Ini juga guna menghidari dari gangguan kilat atau petir bila terjadi musim hujan atau cuaca yang extreem agar perangkat kita tidak terkena bias dari petir tersebut.

 

Demikianlah artikel ini saya buat agar rekan rekan sehoby tidak sering merogoh sakunya untuk mengganti komponen Final RF Amplifier terlalu sering. Semoga memiliki manfaaat dan menambah pengetahuan kita dalam sistem pemancar atau perangkat transmisi RF.

Salam, BraVO..
Radho Kardono
Siak – Riau

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *